Minggu, Maret 22, 2009

tutorial photoshop


  Kita akan mencoba membuat sebuah "Poster Film Action".
 
Ciptakan dokumen baru dengan ukuran  750x550 pixels
Buka gambar penjara di seperti di bawah ini, drag kedalam dokumen baru yang kita buat tadi dan berikan nama penjara untuk layer gambar penjara ini.

Lakukan duplikat pada layer penjara dan beri nama Blurred Penjara.
  Select layer penjara dan masuk ke menu: Filter > Blur > Lens Blur. Centang pada Faster, rubah Blur Focal Distance menjadi 0, Iris Shape menjadi  Hexagon(6), Radius menjadi   25, Blade Curvature menjadi   0, Rotation menjadi   0,  Brightness menjadi   0, Threshold menjadi   255, Noise menjadi   0 dan Distribution menjadi    Uniform
 

Buka gambar orang nembak seperti ini
Crop dengan menggunakan Pen tool, dengan tujuan menghilangkan background nya. Sehingga tersisa orang nya saja.
 

Drag gambar orang di atas menuju ke dokumen baru kita. Rename layer orang ini dengan nama Hero. Lakukan resize dan sesuaikan ukurannya.
Pilih  Soft Eraser tool dengan ukuran 800pt, klik satu kali di tengah2 layer Blurred penjara
 

Ciptakan sebuah layer baru di atas Hero dan berian nama Bayangan.
Lakukan Fill terhadap layer itu dengan warna #000000 gunakan Paint Bucket. Sesuaikan opacity nya layer ini menjadi 80%.

Pilih Soft Eraser tool dengan ukuran 800pt, klik satu kali di tengah2 layer Bayangan.
 

  Layer > New Adjustment Layer > Hue/Saturation   diatas semua layer, dengan komposisi :
Dan set Hue menjadi 0, Saturation menjadi -40 dan Lightness menjadi 0.

  Layer > New Adjustment Layer > Exposure Adjustment diatas semua layers.
Dan set  Exposure menjadi +0.6, Offset menjadi -0.01 dan Gamma Correction menjadi 1.2.

  Layer > New Adjustment Layer > Levels Adjustment diatas semua layers.
  Dan set Set nilai menjadi 20, 1, 240 dan kamu akan selesai :)
 


Sumber dari situs Ilmu Website dalam kategori photoshop dengan judul Membuat Poster Film Action

Sabtu, Maret 21, 2009


tgl 14 maret yang lalu abang saya di wisuda menjadi salah seorang sarjana perikanan di HDTI bersama dengan keluarga. semoga ilmu nya dapat dimanfaatkan bagi kemajuan bangsa dan negara. ya'ahowu.

Jumat, Maret 20, 2009

inflamasi Kronik Tak Berkaitan dengan Kanker Ovarium

kILAS - Edisi Februari 2008 (Vol.7 No.7), oleh andra
Hasil studi yang dipublikasikan International Journal of Cancer menduga bahwa kebanyakan faktor yang menyebabkan inflamasi di ovarium tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ovarium. Sebelumnya inflamasi kronik diduga berkaitan dengan mekanisme perkembangan kanker ovarium epital, seperti inflamasi rongga panggul (pelvic inflammatory disease) atau penggunaan bedak di sekitar pelvik. Tumor epitel ovarium, yang merupakan 90% dari semua jenis kanker ovarium, terbentuk di sel-sel epitel, yakni sel yang menutup permukaan luar ovarium. Jenis-jenis tumor umumnya dinamai berdasarkan jenis sel tempat mereka tumbuh pertama kali. Di dalam kategori tumor epitel, kanker ovarium diklasifikasikan sebagai serous, mucinous, endometrioid dan tipe sel jernih, dengan tumor jenis serous sebagai yang tersering ditemukan. Peneliti dari Queensland Institute of Medical Research, Brisbane, Australia, menguji faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan peradangan ovarium. Penelitian dilakukan pada 1.576 perempuan dengan tumor invasif dan tumor non-maligna, serta 1.509 subjek pada populasi umum. Penggunaan bedak talk (talcum powder) di pelvik dikaitkan dengan peningkatan risiko semua jenis kanker ovarium. Peningkatan risiko terlihat lebih kuat untuk tumor jenis serous dan endometrioid, namun yang secara statistik signifikan hanya jenis tumor serous. Anehnya tidak ada kaitan antara infeksi pelvic, HPV atau mumps dengan risiko kanke rovarium secara keseluruhan. Riwayat herpes genital juga tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker ovarium. Pada studi lain, riwayat endometriosis juga meningkatkan risiko hingga dua kali lipat terjadinya tumor endometrioid dan risiko tumor ovarium tipe sel jernih lebih tinggi. Peneliti berkesimpulan, inflamasi kronik tidak memegang peran utama dalam perkembangan kanker ovarium.

Gangguan kesehatan Pada Setiap Periode Kehidupan Wanita

Posted by: yuwielueninet on: November 4, 2008
In: artikel health
Comment!
Berbagai penyakit yang mengintai wanita
Selain penyakit-penyakit yang khusus dialami wanita, seperti gangguan haid, kehamilan, dan menopause, wanita pun tidak luput dari gangguan penyakit umum lainnya. Berikut ini beberapa penyakit khusus wanita yang pelu diperhatikan.
Gangguan payudara
Banyak wanita yang mengalami adanya benjolan di payudara. Pada umumnya, benjolan di payudara yang menyebar tidak memerlukan pengobatan, tetapi jika menimbulkan rasa sakit perlu diwaspadai. Pemeriksaan payudara sendiri dianjurkan sebulan sekali setelah selesai periode menstruasi.
Benjolan di payudara.
Sebagian besar benjolan di payudara bukan kanker, namun untuk memastikannya perlu memeriksakannya pada dokter. Ada dua jenis benjolan atau tumor yaitu tumor yang padat dan tumor berisi cairan atau disebut kista. Tumor yang padat berasal dari jaringan fibrosa (berserat) disebut fibroadenoma. Biasanya, fibroadenoma akan bergerak bila ditekan. Pada umumnya, fibroadenoma tidak perlu dibuang kecuali jika membesar dan menimbulkan masalah atau jika tumor tersebut diragukan asal usulnya. Kista payudara yang berisi cairan, dapat disedot dengan menggunakan jarum. Kadang-kadang kista dapat tumbuh lagi, sehingga dokter menganjurkan untuk periksa secara berkala. Bila ternyata tumor atau kista yang disedot itu tidak berisi cairan, dokter akan melakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan melalui pembedahan) dan diperiksa dengan mikroskop, apakah benjolan itu kanker atau bukan. Bagi wanita yang sudah menopause, bila menemukan benjolan di payudara yang bertahan lebih dari seminggu, atau berwarna kemerah-merahan, terasa nyeri atau membesar, harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Rasa sakit di payudara.
Payudara mungkin terasa sakit karena mastitis yang disebabkan infeksi atau peradangan. Biasanya mastitis hanya menyerang salah satu payudara. Kalau kedua payudara terasa sensitif saat seminggu menjelang haid, kemungkinan hal itu adalah gejala sindrom pra menstruasi (PMS). Peningkatan kadar hormone progesteron diduga dapat merangsang jaringan payudara, menyebabkan pembengkakan, rasa sakit dan perih. Nyeri di payudara tanpa disertai benjolan, biasanya bukan masalah serius. Tetapi jika nyeri tidak terjadi secara periodik atau menyulitkan, sebaiknya konsultasi ke dokter.
Gangguan haid
Gangguan haid adalah masalah yang paling sering dan umum dialami wanita sejak ia memasuki masa suburnya. Gejalanya bermacam-macam yang membuat wanita menjadi tidak nyaman.
Nyeri haid.
Nyeri haid adalah gejala yang paling umum terjadi. Selama haid, wanita merasa sakit di perut bagian bawah, kadang-kadang meluas ke pinggul, punggung bagian bawah, dan paha. Bahkan ada yang merasa mual, muntah, diare, atau sakit. Bila tidak ada kelainan ginekologis, rasa nyeri itu disebut dismenorhea primer. Disebabkan karena tingginya kadar prostaglandin, suatu zat yang membuat otototot rahim berkontraksi untuk melepaskan dindingnya yang tidak jadi digunakan sebagai tempat tumbuhnya janin. Meskipun sakit, dismenorhea primer tidak berbahaya, dan biasanya akan lenyap pada pertengahan usia ke 20-an atau setelah melahirkan. Rasa nyeri yang disebabkan oleh gangguan ginekologis disebut dismenorhea sekunder. Penyebabnya adalah tumor jinak pada dinding rahim ( fibroid), atau penyakit yang ditularkan akibat hubungan seksual, endometriosis, radang pinggul, atau kista pada indung telur.
Haid tidak teratur.
Haid tidak teratur dapat terjadi karena perubahan hormon, sedang menderita sakit, latihan aerobik berlebihan, atau perubahan berat badan yang drastis.
Perdarahan di antara masa haid.
Terjadi secara spontan atau akibat rangsangan dari hubungan seks berlebihan. Umumnya perdarahan ini tidak serius, yang juga bisa terjadi karena variasi siklus hormonal, stres, atau penyesuian dari pergantian pil KB baru.
Sindrom pra menstruasi.
Biasa terjadi akibat perubahan fisik pada masa pertumbuhan remaja atau perubahan emosi menjadi dewasa.
Gangguan pada alat reproduksi
Gangguan pada alat reproduksi adalah juga masalah yang sering mengganggu, karena daerah sensitif ini paling rentan kena infeksi.
Cairan dari vagina.
Cairan yang keluar dari vagina merupakan salah satu gejala peradangan pada vagina ( vaginitis), yang biasanya disebabkan oleh infeksi atau perubahan flora bakteri baik yang secara normal ada di vagina. Gejala lain berupa rasa gatal, iritasi, nyeri saat berhubungan seks, nyeri pada perut bagian bawah, perdarahan, dan bau tidak sedap dari vagina. Ada tiga kuman penyebabnya, yaitu parasit trichomonas (disebut trichomoniasis), jamur, dan bakteri (bakterial vaginosis). Infeksi dari parasit trichomonas ditularkan melalui hubungan seksual, menimbulkan cairan berbau berwarna kuning kehijauan, dan kadang-kadang berbusa. Infeksi jamur membuat gejala berupa gatal, dan keluarnya cairan berwarna putih. Gangguan yang disebut sebagai keputihan ini banyak terjadi pada wanita hamil, penderita diabetes, penderita anemia; atau sedang minum antibiotik, kortison, dan pil KB. Sedangkan infeksi bakteri vaginosis biasanya mengeluarkan cairan berwarna abu-abu yang berbau tidak sedap.
Endometriosis.
Endometriosis adalah gangguan system reproduksi yang memberikan gejala berupa nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar atau buang air kecil. Penderita kadang mengalami nyeri hebat, tetapi ada yang tidak mengalami apa-apa. Salah satu penyebabnya adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh, yaitu sel-sel yang bertugas membersihkan dinding rahim yang tidak jadi terpakai, membuangnya bersamaan dengan proses haid. Namun, ada jaringan kecil dari lapisan pada dinding rahim (endometrium) yang lepas dan berimigrasi ke luar rahim melalui saluran indung telur (falopian). Jaringan tersebut kemudian tumbuh di organ panggul lain, dinding pinggul, di luar indung telur, atau di saluran indung telur. Selama haid, darah dari jaringan kecil itu diserap oleh organ di sekitarnya, sehingga terjadi radang. Jaringan yang luka akibat radang tersebut satu dengan lainnya akan saling menempel membentuk sumbatan pada indung telur dan salurannya, sehingga menyebabkan kemandulan.
Gangguan pada saluran kemih
Infeksi saluran kemih dapat terjadi pada setiap wanita, dan cenderung meningkat dengan adanya kegiatan seksual. Hubungan seksual, kehamilan, dan gangguan buang air kecil membuat wanita berpotensi terkena infeksi saluran kemih dengan gejala berupa nyeri atau terasa panas pada saat buang air kecil, sering buang air kecil, atau sering merasa ada sesuatu yang menekan saat buang air kecil tersebut. Ngompol atau keluarnya urine yang tidak terkontrol, sering disebabkan oleh infeksi ringan atau rangsangan zat yang bersifat diuretika (pelancar kencing) seperti kafein (kopi), atau stres.

Lima tahapan gangguan kesehatan wanita

Lima Tahapan Gangguan Kesehatan Wanita
Sabtu, 21 Februari 2009 09:00
KapanLagi.com - Karena wanita mengalami perubahan fungsi menjadi "alat reproduksi" ketika menginjak usia remaja dan berhenti setelah mengalami masa menopause, maka pada setiap fase perubahan tersebut muncul gangguan kesehatan reproduksi yang perlu mendapat perhatian. Mengutip AMA (American Medical Association), tahapan usia wanita dikelompokkan sebagai berikut:Masa Kanak-KanakSampai usia 10 tahun alat reproduksi wanita belum berkembang sempurna, dan hormon seks yang dihasilkan indung telur pun belum berfungsi, sehingga gangguan ginekologis jarang terjadi. Namun, ada gangguan yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah krisis genital pada bayi berusia beberapa minggu, yang disebabkan tersalurkannya hormon ibu ke dalam darah janin dengan gejala terjadinya perdarahan pada alat kelamin atau pembesaran payudara yang mengeluarkan cairan. Keadaan ini tidak berbahaya, dan dalam beberapa hari akan berhenti tanpa pengobatan.Yang kedua, peradangan alat kelamin akibat alergi sabun mandi yang digunakan, atau infeksi kuman karena ibu yang kurang cermat menjaga kebersihan bayinya.Masa Remaja (Pubertas)Masa remaja atau pubertas adalah usia antara 10 sampai 19 tahun dan merupakan peralihan dari masa kanak-anak menjadi dewasa. Peristiwa terpenting yang terjadi pada gadis remaja adalah datangnya haid pertama yang dinamakan menarche.Secara tradisi, menarche dianggap sebagai tanda kedewasaan, dan gadis yang mengalaminya dianggap sudah tiba waktunya untuk melakukan tugas-tugas sebagai wanita dewasa, dan siap dinikahkan. Pada usia ini tubuh wanita mengalami perubahan dramatis, karena mulai memproduksi hormon-hormon seksual yang akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan sistem reproduksi.Tanda-tanda awal pubertas yang terlihat nyata adalah pembesaran payudara. Hormonhormon wanita akan merangsang dan meningkatkan lemak tubuh terutama pada bagian panggul, paha, dan bokong. Di dalam tubuhnya mulai terjadi proses pematangan organ-organ reproduksi (alat kelamin bagian dalam).Haid mulai terjadi pada usia ini. Oleh sebab-sebab tertentu yang dikaitkan dengan keadaan pola makan, gadis yang gemuk yang berasal dari keluarga berada, cenderung mengalami haid lebih cepat. Masalah kesehatan wanita yang penting sejak pubertas sampai usia 18 tahun adalah masalah gangguan haid, jerawat, berat badan, dan seksualitas.Gangguan haid adalah masalah yang paling sering dan umum dialami wanita sejak ia memasuki masa suburnya, biasanya terjadi dalam berbagai bentuk yang membuatnya menjadi tidak nyaman. Yang pertama adalah sindrom pra menstruasi yang biasa terjadi akibat perubahan fisik pada masa pertumbuhan menjadi remaja atau perubahan emosi menjadi dewasa.Masalah lainnya adalah nyeri haid dengan gejala yang paling umum terjadi yaitu rasa sakit di perut bagian bawah, kadang-kadang meluas ke pinggul, punggung bagian bawah, dan paha. Bahkan ada yang merasa mual, muntah, diare, atau sakit. Bila tidak ada kelainan ginekologis, rasa nyeri itu disebut dismenorhea primer, disebabkan tingginya kadar prostaglandin, suatu zat yang membuat otot-otot rahim berkontraksi untuk meluruhkan dindingnya yang batal digunakan sebagai tempat tumbuh nya janin.Meskipun sakit, dismenorhea primer tidak berbahaya, dan biasanya akan lenyap setelah pertengahan usia ke 20-an, atau setelah melahirkan. Rasa nyeri yang disebabkan oleh gangguan ginekologis disebut dismenorhea sekunder. Penyebabnya bisa karena tumor jinak pada dinding rahim (fibroid), atau penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, endometriosis, radang pinggul, atau kista pada indung telur.Masa Dewasa MudaUsia dewasa muda, yaitu antara 18 sampai 40 tahun, sering dihubungkan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Inilah usia produktif dalam menapak karir yang penuh kesibukan di luar rumah. Di usia ini wanita harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima, sehingga jika terjadi kehamilan dapat berjalan dengan lancar, dan bayi yang dilahirkan pun sehat.Pada periode ini masalah kesehatan berganti dengan gangguan kehamilan, kelelahan kronis akibat merawat anak, dan tuntutan karir. Kanker, kegemukan, depresi, dan penyakit serius tertentu mulai menggerogoti tubuhnya.Gangguan yang sering muncul pada usia ini, adalah endometriosis yang ditandai dengan gejala nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar atau buang air kecil. Penderita kadang mengalami nyeri hebat, tetapi ada juga yang tidak mengalami gejala apa-apa.Masa Dewasa TuaUsia sekitar 40 sampai 60 tahun merupakan masa krisis bagi wanita pada umumnya. Pada usia ini wanita sedang mencapai puncak karirnya, dan justru pada masa itu ia akan mengalami menopause (usia 45 sampai 55 tahun). Produksi hormon wanita (estrogen dan progesteron) menurun. Akibatnya, haid menjadi tidak teratur, dan akhir nya terhenti sama sekali. Namun wanita masih bisa hamil sampai saat menopause muncul, walaupun penuh dengan risiko dan perlu perawatan khusus. Pada saat menopause wanita mengalami beberapa masalah antara lain wajah terasa panas dan kemerahan (hot flushes), vagina kering, dan suasana hati yang berubah-ubah. Beberapa mungkin hanya mengalami gejala menopause ringan, tetapi sebagian lainnya dapat mengalami gejala yang berat dan sangat mengganggu.Osteoporosis (pengeroposan tulang) ada hubungannya dengan penurunan hormon estrogen yang terjadi pada masa menopause. Begitu pula risiko penyakit jantung bagi wanita pasca menopause akan meningkat, karena menurunnya produksi estrogen yang berfungsi sebagai pelindung jantung.Masalah kesehatan wanita pada periode usia ini adalah penyakit akibat menurunnya hormone estrogen. Untuk mengatasinya dapat dibantu dengan terapi sulih hormon, pola makan yang mengandung fitoestrogen, dan olahraga. Semua itu untuk menguatkan tulang.Masa Lanjut UsiaYang dianggap lanjut usia (lansia) adalah setelah mencapai usia 60 tahun. Inilah masa yang paling rentan diserang berbagai penyakit degeneratif dan penyakit berat lainnya. Sangat penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya secara teratur. Prioritas utamanya adalah menjaga agar tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan yang benar, dan minum suplemen yang dibutuhkan tubuh. Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual.